Bantu Aku Menjaga Mataku

Tinggalkan masa lalu ukhti. Ini saatnya kita berfikir jernih: menunda berhias sampai ia menjadi berpahala. Adalah konyol, berhias untuk orang yang belum pasti menjadi suami atau istri, sementara di dalamnya kita melanggar larangan Allah dan mengundang murkanya dengan make up perilaku jahiliyah. Dengarlah, Allah sendiri yang mengajakmu bicara:

“…Dan janganlah kalian berhias dan bertingkahlaku seperti orang2 jahiliyah dahulu…” (Al Ahzab 33)

Mata adalah jendela hati dan kurir zina. Betapa banyak bencana akibat mata tak terjaga. Dan betapa cerdas iblis, yang menyediakan banyak alternatif untuk mengisi retina hati dengan pandangan memabukkan berupa cara berhias dan bertingkahlaku jahili. Menatap perilaku dan kelincahan memang membahagiakan. Melihat engkau berhias cantik, pasti membuat aku tertarik. Memandangmu…, walau selalu.., kata seorang penyanyi, tak akan pernah tumbuh jemu di hatiku.

Astaghfirullah, seharusnya kebahagiaan, ketertarikan, dan kejemuan itu tak perlu hadir jika ia menghadirkan nyala neraka di pelupuk. Engkau lebih tahu bagaimana menjaga dirimu dari mataku. Bantu aku menjaga mata ini, agar kita semua selamat sampai akhir nanti.

Sumber : Buku Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan (Salim A. Fillah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s