Eco Riding dan Penghematan Bahan Bakar

Katanya cadangan minyak dunia semakin menipis dan kata sumber disini masih bisa tersedia untuk 40an tahun ke depan. Gimana kalo nanti minyak di dunia abis ya? makanya nih mulai banyak kendaraan yang ramah lingkungan, hemat BBM, dan menggunakan tenaga alternatif seperti gas, minyak jelantah, listrik, dll. Bagi kita yang masih menggunakan kendaraan yang menggunakan bensin seperti motor bisa melakukan penghematan, salah satunya dengan eco riding ketika mengendarai motor kita.

Eco Riding sendiri bisa dibilang mengendarai motor kita dengan ekonomis dan hemat sehingga konsumsi bahan bakar seminimal mungkin dan jarak tempuh semaksimal mungkin, tentunya tiap kendaraan memiliki konsumsi BBM yang berbeda-beda, tapi dengan eco riding kita bisa mengoptimalkan konsumsi bahan bakar motor kita. Berikut beberapa cara teknik eco riding ketika kita berkendara :

  1. Membuka gas secara perlahan. Biasa ada yang menyebutnya “mengurut” gas, tidak “membetot” gas. Biarkan motor melaju secara perlahan sesuai bukaan gas kita, karena akan sia-sia bensin kita ketika kita membetot gas karena bensin yang mengucur akan deras sedangkan tenaga/respon tidak sebanding dengan bensin yang dibakar.
  2. Sesegera mungkin memindahkan ke gigi yang lebih tinggi. Dalam artian kita tidak memaksa motor kita meraung pada rpm yang terlalu tinggi, tapi tidak juga memaksakan motor berjalan pada rpm terlalu rendah. Jika puratan mesin sudah cukup untuk pindah gigi, maka sesegera mungkin pindahkan gigi. saya sendiri memindahkan gigi untuk eco riding di putaran sekitar 4000rpm.
  3. Jangan terlalu sering ngerem. Biasakan memperhatikan jarak berhenti dan jangan ngerem terlalu mendadak. Misal di lampu merah sebisa mungkin kita sudah memperkirakan jarak berhenti dan menurunkan putaran gas dibanding harus mengerem tepat di lampu merah.
  4. Berkendara dengan kecepatan stabil. Usahakan kecepatan konstan, begitu juga akselerasi, karena dengan demikian motor tidak bekerja terlalu berat dan pembakaran optimal.

Hal-hal di atas akan berbeda ketika kita ingin memaksimalkan performa motor, dimana dibutuhkan pemindahan gigi pada rpm yang optimal dan tepat timingnya, sedangkan untuk eco riding dilakukan pemindahan gigi pada rpm yang cukup.

Semoga bermanfaat dan mari kita jangan sia-siakan bahan bakar kita.

CMIIW

14 thoughts on “Eco Riding dan Penghematan Bahan Bakar

    1. kalo ane dapet rata2 1liter bisa sampe 52km, itu eco riding di dalam kota jakarta lho yg kadang2 agak kenceng juga. skarang sepertinya bisa dapet lebih nih karena pekan lalu dibawa touring ke cimacan.😀 bensin yang dipake itu premium ya, kalo pertamax atau shell super bisa lebih lagi

  1. thanks mas fikri, piesku kok rasanya gak enak banget ya… shocknya keras istri ampe pegang – pegang perut waktu dijalan desa yang ampun… rusak banget… bisa diganti ama shock pibo gak mas.. thanks. Oya kalo untuk pibo eco riding bisa dapet berapa ya malah pingin update ki aku…

    1. minta setel ulang aja bro shock belakangnya, itu kalo gak salam ada 3 atau 4 setelan dari paling keras sama paling lembut. minta di setel paling lembut aja.

      bisa ganti shock pibo or pzoo karena ada yg udah pake di pies, tapi shock tsb lebih pendek, jd nanti buntutnya keliatan kebawah, kalo mau lebih empuk mending ganti pake merk yss. tapi klo terlalu empuk nanti rebondnya lumayan kenceng lho, kalo lagi miring bikin nggak stabil.

      kalo pibo aku nggak tau bro, blm pernah ngitung sendiri, tp kalo denger 40-45an walaupun ada yg bilang pernah sampe 50

  2. salam pegasus bang🙂

    info yang sangat menarik, kalo ane sendiri prinsip eco ridingnya sedikit berbeda
    kalo ane ditetapkan rpm paling atas yaitu 6rb sedangkan rpm paling bawahnya yaitu 4rb

    jadi ganti gigi diantara rpm 4rb-6rb, jgn kurang jgn lebih
    kalo kurang nanti bensin yg keluar berbanding tenaganya gk dapet
    kalo lebih nanti bisa boros karena rpm ketinggian
    so pasti bejek gasnya diurut🙂

      1. maaf lur bangfikri, kalo menurut ane untuk mau eco riding diturunan itu jangan tekan kopling karena 1. kampas kopling akan cepat habis, 2. kampas rem pun akan cepat habis(karena pengereman pas turunan itu)

        jadi kalo menurut ane sih, kopling dilepas + gas dilepas, bahan bakar gak terpakai, kampas kopling aman, kampas rem aman, karena jika kopling dilepas + gas dilepas, mesin otomatis akan masuk mode engine break, mesin terasa tertahan tapi itu lah fitur keselamatan yang ada di semua motor kopling standar yang ane tahu,

        mohon maaf jika ada yang salah, ane masih belajar soalnya jadi kalo ada kesalahan mohon koreksi nya, terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s